10 Okt 2020

Cegah Rambut Rontok dengan Rutin Konsumsi Makanan Berprotein Ini!

Semua orang pastinya pernah mengalami rambut rontok. Banyak yang beranggapan jika rontoknya rambut disebabkan karena terlalu sering mengganti sampo. Padahal ternyata  gaya hidup kurang sehat yang kamu jalani juga bisa menjadi penyebabnya. Untuk itu, agar rambutmu tidak mudah rontok, lebih kuat, dan pertumbuhannya tidak terganggu maka mengonsumsi beberapa makanan yang kaya akan protein ini sangat disarankan untukmu, di antaranya: (disadur dari: popbela.com


  1. Telur. Siapa sangka, telur yang kerap dikonsumsi sehari-hari ini ternyata bisa loh membantu mencegah rambut rontok. Hal ini karena telur mengandung protein yang sangat tinggi serta menyimpan kandungan vitamin B-kompleks dan mineral yang bagus untuk kesehatan rambut. Nutrisi-nutrisi yang dimilikinya ini mampu menguatkan akar rambut, merangsang pertumbuhan rambut, serta membuatnya terlihat lebih tebal dan berkilau. 
  2. Keju. Selain telur, keju pun dianggap mampu mengatasi rambut rontok. Lantaran, kaya akan kandungan seperti protein, misalnya, sehingga dapat menyehatkan sekaligus menguatkan rambut. Tak hanya itu saja, keju juga kaya akan kandungan vitamin B yang dapat memperbaiki tekstur rambut sehingga membuatnya tidak gampang rusak bahkan rontok. 
  3. Kacang-kacangan. Rambut rontok juga bisa dicegah dengan rutin mengonsumsi kacang-kacangan seperti kacang merah ataupun kacang kedelai. Kedua jenis kacang-kacangan ini mengandung zat besi, kalsium, dan vitamin B yang cukup tinggi sehingga membantu mencegah kebotakan rambut. Di samping itu, kandungan tersebut juga dapat menguatkan serta menyehatkan rambut. 
  4. Yoghurt. Yoghurt menjadi solusi terbaik dalam mencegah rambut rontok karena kaya akan kandungan nutrisi, salah satunya protein. Tak hanya bisa dimakan utuh, yoghurt pun bisa dijadikan sebagai masker rambut dengan mencampurkannya dengan air perasan jeruk dan 2 sdm minyak zaitun. Selain itu, kamu juga mengombinasikannya dengan pisang, stroberi, minyak zaitun, dan lain sebagainya. 

Selain makanan yang sudah disebutkan di atas, kerontokan rambut juga bisa dicegah dengan cara rutin mengonsumsi susu setiap hari. Di mana, di dalam susu terkandung zat besi, vitamin B12, kalsium, dan protein yang sangat tinggi sehingga membantu menguatkan, menyehatkan, serta membuat rambut tampak lebih berkilau.

So, tidak mau rambut rontok? Konsumsi makanan-makanan yang kaya akan protein di atas! –SH–


6 Okt 2020

Efek Samping Terlalu Sering Cuci Tangan

 

Sejak wabah novel coronavirus bertransmisi ke berbagai negara, cuci tangan menjadi topik hangat dan kegiatan yang wajib dilakukan setiap insan. Terang saja, pasalnya dengan mencuci tangan kita dapat menghindarkan diri dari paparan virus COVID-19 yang mungkin menempel di mana saja.

cuci tangan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyarankan semua orang untuk cuci tangan selama 20 detik dengan sabun seusai melakukan aktivitas apa pun. Imbauan ini kemudian dikembangkan dengan membolehkan orang-orang untuk menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol jika keadaan tidak memungkinan baginya untuk cuci tangan dengan sabun.

Namun ternyata, selagi kita berperang melawan coronavirus dengan cuci tangan, segelintir orang justru tersandung masalah lain. Dilansir dari laman Allure, sejumlah dermatolog (atau ahli kulit) memaparkan sejak pandemi ini berlangsung terdapat kenaikan yang cukup signifikan pada kasus pasien dengan eczema atau eksim.

Apa itu eksim?

Mengutip Medical News Today, eksim—eczema atau atopic dermatitis—adalah kondisi di mana bercak-bercak kulit meradang dan mengakibatkan kulit memerah, terasa gatal, pecah-pecah, kemudian menjadi kasar. Hingga saat ini, penyebab spesifik eksim belum diketahui. Akan tetapi, banyak tenaga kesehatan yang meyakini eksim timbul dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Untuk situasi pandemi seperti sekarang ini, eksim yang melanda banyak orang berasal dari tingginya intensitas mencuci tangan dengan sabun. Hal ini bisa terjadi karena molekul pengupas minyak yang dimiliki sabun terlalu sering ‘bertemu’ dengan air hangat (tidak dingin) yang digunakan untuk cuci tangan. Akibatnya, lapisan lemak dan minyak sehat pada kulit (atau sebum) terkelupas dan menyebabkan eksim di kulit segelintir orang.

Merawat kulit dengan eksim

Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis bidang dermatologi New York City’s Mount Sinai Hospital dalam situs Allure mengatakan jika kulit dengan eksim memiliki risiko terkena infeksi. Oleh sebab itu, penting sekali merawat kulit (lazimnya punggung tangan) yang memiliki eksim.

Joshua menyarakan orang yang memiliki kulit dengan eksim karena terlalu sering cuci tangan untuk menggunakan pelembap sepanjang hari. Menurutnya, pelembap dengan basis petrolatum seperti yang dimiliki Vaseline Intensive Care Advanced Repair Lotion bagus sekali untuk memberikan pelindung pada kulit yang sebumnya sudah terkelupas. Di saat yang sama, pelembap dengan petrolatum itu masih bisa membuat kulit bernapas.

Demikianlah ulasan tentang efek samping terlalu sering cuci tangan. Jika Anda mengalami situasi yang sama, silakan terapkan kiat di atas, atau hubungi dokter kulit, ya. Semoga informasi di atas bermanfaat. (AP)

 

3 Okt 2020

Ternyata Ini Penyebab Ketebalan Helai Rambut Berbeda-beda

Seperti apakah jenis rambutmu? Apakah lurus? Bergelombang? Atau keriting? Secara umum, jenis kumpulan surai di kepala yang dimiliki oleh seseorang terbentuk berdasarkan variasi genetik orang tua atau kakek-neneknya. Sehingga, seseorang yang memiliki orang tua dengan rambut lurus cenderung memiliki rambut yang lurus pula. Namun, pernahkah kamu memperhatikan tiap surai rambutmu? 


Apakah ketebalan tiap helai rambutmu sama ataukah berbeda-beda? Jika sama, berarti rambut kamu memiliki kesehatan yang baik. Tapi jika tidak, ternyata beberapa hal berikutlah penyebab utamanya:

  • Perawatan rambut yang tidak cocok. Menurut dr. Ulfi Umroni dalam situs Alodokter, penyebab pertama ketebalan helai rambut yang berbeda-beda adalah penggunaan produk perawatan rambut yang tidak cocok dengan jenis rambut. Adapun produk yang dimaksud meliputi sampo, conditioner, hair mask, atau produk perawatan rambut lainnya.
  • Penggunaan pengering rambut. Hair dryer bertenaga tinggi menyalurkan panas yang tinggi pula. Inilah penyebab lain dari ketebalan surai yang berbeda-beda. Maka dari itu, hindarilah penggunaan pengering rambut setiap kali kamu berkeramas. Upayakan untuk membiasakan rambut kering secara alami, yakni dengan menggunakan handuk.
  • Perwarna rambut dan/atau bahan kimia. Tiap produk pewarna rambut memiliki komposisi bahan kimia yang berbeda-beda—dan tentu tidak semua produk pewarna rambut cocok dengan rambut masyarakat luas. Oleh sebab itu, kurangilah intensitas mencampurkan atau memberikan pewarna rambut dan/atau bahan kimia lain pada rambutmu, ya.
  • Paparan sinar ultraviolet. Efek samping sinar matahari ternyata tidak hanya buruk untuk kulit, namun juga rambut di kepala. Makanya, kalau kamu sering beraktivitas di luar rumah, usahakan untuk mengenakan pelindung kepala (topi), ya.
  • Pencatokan dan pengunciran rambut. Seperti pengering rambut, alat catok juga memberikan panas yang tinggi saat diaplikasikan ke surai-surai rambut. Dengan begitu, penggunaan alat catok juga memiliki efek terhadap ketebalan helai rambut. Selain pencatokan, pengunciran rambut setiap hari juga bisa mempengaruhi ketebalan surai rambut. 
  • Bentuk folikel rambut. dr. Devika Yuldharia dan dr. Irna Cecilia dalam situs Alodokter mengatakan bentuk folikel rambut (tempat surai tumbuh) juga menjadi salah satu penyebab ketebalan helai rambut berbeda-beda. Sebab, tiap folikel memiliki kecepatan tumbuh serta menghasilkan jenis dan warna rambut yang berbeda-beda pula. 

Itulah dia ulasan tentang penyebab ketebalan helai rambut berbeda-beda. Jika kamu sudah melakukan beberapa perbaikan perawatan seperti di atas namun surai masih cukup rusak, ada baiknya kamu melakukan kunjungan ke dokter spesialis kulit atau ahli kecantikan. Semoga bermanfaat!


4 Agu 2020

Ini Penyebab Bibir Hitam dan Cara Mengatasinya!

Memiliki bibir merah merona memang dambaan setiap wanita. Selain seksi, punya bibir merah juga dapat mempercantik penampilan karena itulah banyak wanita yang sangat mendambakannya. Meskipun demikian, tiap wanita biasanya memiliki gen warna bibir berbeda satu sama lain sehingga warna bibirnya pun akan terlihat sangat berbeda. Misalnya saja, ada yang punya bibir merah alami, hitam, dan lain sebagainya. 
Namun, di luar gen, ada beberapa faktor penyebab yang mengakibatkan mengapa bibir wanita terlihat lebih gelap (hitam). Apa saja? Yuk, disimak! (lansiran dari: hipwee.com)
  1. Tidak membersihkan lipstik setelah menggunakannya. Setelah memakai lipstik, apakah kamu langsung membersihkannya atau membiarkannya begitu saja menempel di bibir? Jika membiarkannya, maka tinggalkan kebiasaan tersebut karena lipstik dapat membuat bibirmu menjadi hitam. Ini terjadi karena bahan kimia yang terkandung dalam lipstik, yang mana dapat menghitamkan bibir bahkan dalam kondisi yang lebih parah bisa mengakibatkan reaksi alergi. 
  2. Terlalu banyak mengonsumsi kafein. Tahukah kamu, kafein ternyata dapat merubah warna bibir menjadi lebih gelap, loh. Penyebabnya karena dalam kafein terkandung zat diuretik, yang akan membuatmu menjadi lebih sering buang air kecil. Jika tidak dibarengi dengan memperbanyak konsumsi air putih, maka bisa mengakibatkan tubuh mengalami dehidrasi. Lama-kelamaan dehidrasi yang dialami ini bisa membuat bibir pecah-pecah dan berubah warna menjadi lebih gelap. 
  3. Menggigit dan menjilat bibir. Kamu suka menjilat maupun menggigit bibir? Jika ya, jangan lakukan lagi kebiasaan karena dapat menyebabkan kulit bibir menjadi kering. Jika terus dibiarkan, maka kondisi ini akan memengaruhi warna bibirmu. Di mana, akan berubah menjadi lebih gelap dan bibir pun akan sering pecah-pecah. 
  4. Terpapar sinar matahari. Terlalu sering terpapar sinar matahari juga dapat menggelapkan bibir. Kondisi ini terjadi karena terbentuknya melanin (hiperpigmentasi) pada bibir akibat paparan sinar matahari langsung. Untuk itu, ketika keluar rumah baiknya gunakan selalu pelembap bibir yang tinggi kandungan SPF.
Itu dia beberapa penyebab yang mengakibatkan warna bibir terlihat lebih gelap. Nah, untuk mencegahnya, kamu bisa melakukan beberapa hal ini, di antaranya:
  • Pijat bibir dengan gula yang dicampur madu.
  • Oleskan lemon yang dicampur dengan gula.
  • Oleskan minyak zaitun secara rutin. 
  • Oleskan madu ataupun lidah buaya. 
Selamat mencoba, ya! –SH–

3 Agu 2020

Bisakah Kita Sakit Saat Terlalu Lelah?

Tingginya aktivitas fisik sering membuat kita merasa lelah. Jika sudah begitu, biasanya kita akan memanfaatkan waktu di malam hari untuk beristirahat. Dengan begitu, tubuh akan kembali untuk bertenaga untuk kembali beraktivitas keeskokan harinya dan tidak mengalami sakit yang akhirnya membuat kita harus beristirahat lebih lama. Sebab, meskipun kita sudah dilindungi oleh asuransi kesehatan yang akan menanggung biaya pengobatan selama sakit, tetapi bukan berarti kita berharap untuk menggunakannya, kan?
kelelahan
Image by Free-Photos from Pixabay 
Namun, masih banyak orang yang mempertanyakan, apa iya ketika tubuh terlalu lelah bisa menjadi penyakit? Berikut ini penjelasannya!
Terlalu lelah bisa terjadi karena banyak hal, kerja berlebihan, kurang tidur, dan sebagainya. Ada beberapa gejala yang menunjukkan Anda mengalami terlalu lelah, antara lain:

  • Kesulitan berpikir jernih
  • Mood yang berubah-ubah
  • Sulit membuat keputusan
  • Reaksi lambat
  • Pusing
  • Depresi
  • Merasa tidak tenang

Dalam situs huffpost.com disebutkan bahwa sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang tidur 5 jam atau bahkan kurang setiap malam 17% lebih besar berisiko masuk angin dan 51% lebih berisiko terkena infeksi seperti flu atau pneumonia.  Pemimpin studi ini, Aric Prather yang merupakan assistant professor of psychiatry and associate director of the Center for Health and Community at University of California, San Francisco, mengatakan bahwa tidur memegang peran penting dalam imunitas tubuh.
Penelitian ini menggunakan data dari survei National Health and Nutrition Examination di antara tahun 2005 sampai 2012 yang melibatkan 22.726 orang dewasa sebagai partisipan. Data yang dijadikan bahan analisa yaitu durasi atau lama tidur dan kondisi kesehatan selama 30 hari sebelumnya, apakah partisipan mengalami masuk angin, flu, atau infeksi lainnya. Mengenai penyebab kurang tidurnya sendiri bisa sangat beragam, ada yang karena kebiasaan atau gaya hidup, tingginya aktivitas akibat tuntutan pekerjaan, atau masalah tidur seperti sleep apnea.
Kondisinya akan semakin parah jika kelelahan terjadi bersamaan dengan masalah lainnya, misalnya saat Anda melakukan perjalanan lintas waktu dan mengalami jet lag. Dr. Rachel Vreeman yang merupakan assistant professor of pediatrics in the Children's Health Services Research Program at the Indiana University School of Medicine menjelaskan dalam situs nbcnews.com bahwa kombinasi kelelahan dan mengalami perbedaan waktu yang cukup besar dapat berpotensi menyebabkan seseorang mengalami mual dan muntah. Terkadang disertai dengan sakit kepala yang berlebihan, juga diare.
Ternyata, terlalu lelah bisa memberi efek yang tidak sedikit ya! Jadi mulai sekarang atur waktu istirahat Anda agar tidak mengalaminya.

Share