18 Mei 2018

Perut Kembung dan Cara Mengatasinya

Pernahkah kamu merasakan perut terasa penuh dan tidak nyaman? Padahal sudah mengonsumsi obat maag kronis untuk mengatasinya, tapi sensasi tersebut tidak juga hilang. Akibatnya, nafsu makanpun akan menghilang dan tentunya akan mengganggu aktivitas keseharianmu.

Kondisi tersebut terjadi ketika perut mengalami kembung, dan merupakan salah satu dari gejala kambuhnya sakit maag. Itulah sebabnya, banyak juga orang yang berusaha mengatasi masalah penyakit ini dengan mengonsumsi obat maag. Dengan harapan, masalah perut kembung dan mual yang muncul sebagai gejala maag dapat teratasi. Akan tetapi, jika setelah mengonsumsi obat maag rasa tidak nyaman tersebut belum juga menghilang, bisa jadi perut kembung yang kamu alami bukan dikarenakan sakit maag yang kambuh.

Menurut situs alodokter, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami perut kembung, antara lain:
  • Sembelit
  • Merokok
  • Makan terlalu cepat
  • Pertumbuhan bakteri di usus kecil
  • Naik atau turunnya hormon tertentu (khususnya pada wanita yang sedang mengalami pre menstrual syndrome)
  • Kondisi medis tertentu
Untuk langkah awal pengobatan perut kembung, sebenarnya bisa kamu lakukan sendiri dengan cara mengontrol porsi makan, menjaga menu makanan, dan maka secara perlahan. Sebab, perut kembung juga bisa terjadi pada saat kamu mengalami kekenyangan. Akan tetapi, jika setelah menerapkan beberapa cara tersebut, gejala perut kembung tidak juga hilang, maka kamu patut waspada. Sebab, perut kembung bisa juga menjadi gejala beberapa penyakit yang lebih serius, antara lain:
  • Penyakit celiac
  • Kanker
  • Penyakit hati
  • Gagal ginjal
  • Gagal jantung kongestif
  • Gangguan fungsi pankreas
Meskipun begitu, kamu tidak perlu panik jika mengalami perut kembung dan tidak kunjung sembuh. Jangan langsung berpikir bahwa perut kembungmu adalah akibat kamu menderita penyakit yang telah disebutkan di atas, karena kondisi psikis yang stress justru dapat memperparah kondisimu. Segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah yang kamu rasakan memang perut kembung atau bukan? Jika iya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebabnya. Dari penyebab inilah, dokter akan meresepkan obat yang tepat untuk mengatasi perut kembungmu.

Meskipun begitu, ada baiknya jika konsumsi obat ini dikombinasikan dengan perubahan pola dan gaya makan, ya! Dengan begitu, masalah perut kembung dapat teratasi dengan cepat dan tidak akan kembali kambuh. (Vita)

9 Mei 2018

Yuk, Rajin Rawat Payudara Selama Menyusui

Selain rutin meminum susu ibu menyusui yang berguna untuk memperbanyak produksi air susu, saat masa periode menyusui pastikan Ibu tidak lupa merawat payudara, ya. Meski ini terlihat sepele, tidak merawat payudara dengan baik ketika menyusui, efeknya nanti malah dapat membahayakan kesehatan buah hati. Yang paling parah adalah payudara akan mudah dijangkiti oleh infeksi, untuk itulah jangan sampai lupa merawatnya ya, Bu.

Nah, berikut ini kami berikan sedikit tips merawat payudara yang baik agar tetap terjaga kesehatannya, check this out: (source: momma.id)

1. Kompres payudara. Ketika menyusui, Ibu pasti sering merasakan nyeri pada bagian puting, kan? Kondisi ini memang kerap dialami oleh ibu menyusui dan nyeri tersebut akan semakin meningkatkan saat bayi tidak mau menyusui. Untuk mencegah kondisi ini, maka Ibu disarankan untuk mengompres payudara dengan air hangat, mengeringkan puting sebelum mengenakan pakaian, mengusap payudara satu maupun dua tetes setelah memberikan ASI, dan jangan sampai lupa untuk menggunakan bra khusus untuk ibu menyusui.

2. Pompa payudara dengan breastpump. Payudara bengkak dan terasa penuh selama menyusui merupakan sesuatu yang sangat wajar terjadi pada ibu menyusui. Nah, apabila Ibu mengalami kondisi ini, maka cara paling jitu yang bisa dilakukan untuk adalah segera susui buah hati. Jika tidak mau, alternatif lainnya pompa payudara dengan breastpump dan jadikan sebagai stok ASI. Dan apabila bengkak ini tidak kunjung sembuh setelah melakukan beberapa hal tersebut, maka Ibu harus mengonsultasikannya langsung ke dokter.

3. Pijat payudara. Jika terdapat benjolan pada payudara yang diakibatkan oleh karena ada penyumbatan, maka cobalah untuk melakukan pijatan kecil pada payudara. Dan untuk mengurangi benjolan ini, jangan sampai lupa untuk mengosongkan air susu dengan cara menyusui ataupun memompanya.

4. Tidak memakai bra yang ketat. Selama periode menyusui, pastikan Ibu tidak memakai bra yang terlalu ketat dan berkawat. Mengapa? Yap, menggunakan bra ketat dapat menyebabkan payudara terasa semakin nyeri dan sakit. Untuk itu, jangan gunakan saat menyusui ya, Bu.

Itulah beberapa cara mudah merawat payudara. Selain fokus akan perawatan payudara, ibu juga perlu memperhatikan makanan yang tidak boleh terlewat saat menyusui agar bisa meningkatkan asupan asi dan kesehatan ibu juga terjaga. Makanan seperti apa? Labu siam, daun katuk, semangka, wortel, dan makanan lainnya. Semoga memberikan banyak manfaat, khususnya untuk ibu menyusui. –SH–

4 Mei 2018

Atasi Mual Saat Hamil Dengan Cara Ini

Tentu bukan rahasia lagi kalau banyak ibu hamil yang sering mengalami mual. Meskipun tidak selalu muncul di pagi hari, gejala ini biasa disebut dengan morning sickness. Sebenarnya hal ini berbahaya tidak sih? Banyak yang menghawatirkan kalau morning sickness membuat ibu hamil tidak nafsu makan atau sekedar minum susu ibu hamil. Sebab, kebutuhan nutrisi ibu hamil harus dipenuhi dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi.

Namun di lain sisi, mual saat hamil juga memberikan dampak positif bagi ibu hamil. Rasa mual akan mengontrol pola makan ibu hamil sehingga tidak berlebihan. Rasa mual juga menandakan bahwa plasenta berkembang dengan baik dan juga membuat ibu hamil menyesuaikan aktivitasnya dengan janin. Walaupun demikian, morning sickness ini bisa membuat para ibu hamil tidak nyaman. Jadi, coba simak beberapa tips untuk mengatasi mual saat hamil berikut ini. (sc:alodokter.com)

1. Hindari Makanan dengan Bau yang Menyengat
Wanita yang tidak hamil pun terkadang dapat merasa mual jika berhadapan dengan makanan yang berbau menyengat. Apalagi untuk ibu hamil, makanan yang berbau menyengat justru makin memperparah mual. Hindarilah makanan seperti buah duren, seafood yang berbau amis, dan makanan berbau menyengat lainnya.

2. Jangan Terlalu Lelah
Pada masa kehamilan, Anda tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas yang terlalu berat, apalagi sampai kelelahan. Tapi bukan berarti Anda tidak boleh berolahraga. Ada olahraga khusus ibu hamil yang bisa Anda ikuti untuk merawat perkembangan janin. Tapi ingat, sesuaikan porsi olahraga Anda. Kelelahan justru akan membuat Anda semakin mual.

3. Cari Udara Segar
Saat merasa mual, bukan berarti Anda boleh mager alias malas gerak. Seperti yang telah dijelaskan di atas, Anda tetap perlu menjalankan aktivitas asal tidak berlebihan. Nah, saat mual datang, akan lebih bagus jika Anda berjalan-jalan santai untuk mencari udara segar dan tetap menjaga pikiran positif selama kehamilan.

4. Atur Pola Makan
Pola makan tentu sangat memengaruhi rasa mual ibu hamil. Supaya tidak mual, sebaiknya Anda mengatur porsi makan. Makanlah sedikit demi sedikit, namun sering. Kurangi juga konsumsi makanan yang terlalu manis ataupun terlalu pedas. 

Semoga bermanfaat! (Rima)

24 Apr 2018

Mengenal 2 Jenis Sakit Maag

Sakit maag adalah salah satu penyakit yang cukup banyak diderita oleh masyarakat saat ini. Khususnya untuk masyarakat yang memiliki tingkat aktivitas tinggi sehingga seringkali mengabaikan jadwal makan, atau makan sembarangan. Bahkan, banyak yang menyediakan obat maag di tasnya agar ketika sakit maag ini kambuh dapat segera diatasi.

Memang, jadwal makan yang tidak teratur merupakan penyebab paling sering orang terkena sakit maag. Akan tetapi, ternyata ada orang yang bisa terkena penyakit ini meskipun memiliki jadwal makan yang teratur. Kok bisa? Tentu saja bisa, karena ada banyak penyebab lain seseorang terkena sakit maag. Apalagi, jika sakit maag yang diderita adalah sakit maag organik, dan bukanlah sakit maag fungsional.

Hmm, mungkin kamu masih bingung dengan kedua istilah tersebut ya? Nah, supaya lebih jelas, langsung saja kita bahas mengenai keduanya.
  • Sakit maag organik

Sakit maag ini terjadi buka n disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, melainkan karena adanya kelainan atau luka pada organ dalam tubuh. Biasanya, organ yang mengalami kelainan adalah organ yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Beberapa contoh di antaranya yaitu luka pada lambung, luka pada usus, kelainan pankreas. Selain itu, sakit maag organik ini juga bisa terjadi akibat adanya infeksi pada organ dalam. Untuk sakit maag jenis ini, akan sulit untuk mengatasinya sendiri dengan obat maag biasa. Dibutuhkan bantuan dokter dan pemeriksaan yang lebih serius untuk mengatasi penyakit ini.
  • Sakit maag fungsional

Sakit maag fungsional tidak disertai kelainan apapun dalam organ tubuh. Biasanya, orang terkena sakit maag ini dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat. Sehingga sakit maag bisa diatasi dengan mudah jika memperbaiki pola hidup. Selain itu, penderita sakit maag fungsional masih diizinkan puasa, dan bahkan disarankan untuk berpuasa. Sebab, puasa ternyata mampu mengurangi keluhan yang dirasakan oleh penderita sakit maag ini.

Untuk mengetahui secara pasti jenis sakit maag yang diderita, hanya bisa melalui endoskopi. Jika kamu merasa gejala sakit maag yang selama kamu rasakan tidak terlalu parah dan bisa sembuh dengan mengonsumsi obat maag, mungkin tidak perlu menjalani pemeriksaan tersebut. Akan tetapi, jika kamu merasa gejala cukup parah hingga mengganggu aktivitasmu, ada baiknya jika segera melakukan pemeriksaan tersebut. Dengan mengetahui jenis sakit maag yang diderita, kamu akan bisa segera mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat. (Vita)

7 Apr 2018

4 Makanan Ini Dapat Meningkatkan Diabetes!

Ada beberapa cemilan yang memang baik untuk kesehatan Anda. Bahkan ada pula lho cemilan yang mampu turunkan risiko kanker payudara. Tentu, di antara banyaknya cemilan sehat, selama ini mungkin Anda mengira jika semua makanan dan cemilan rendah kalori meski sudah diolah bagus untuk kesehatan karena tidak mengandung lemak jenuh. Namun, tahukah Anda, ternyata tidak semua makanan baik untuk kesehatan, loh. Buktinya, masih ada saja makanan yang bisa menjadi pemicu meningkatnya diabetes di dalam tubuh. Bahkan, yang paling parahnya setelah mengonsumsi makanan tersebut diabetes pun akan langsung melonjak tajam.

Makanan apa sajakah itu? Yuk, langsung kita cari tahu jawabannya di sini!

1. Daging olahan. Pernah membeli daging olahan? Pastinya Anda pernah bahkan sering membeli daging ini, kan? Nah, usahakan mulai dari sekarang hentikan membeli daging olahan tersebut. Sebab daging utuh yang sudah diolah sangat tidak bagus untuk kesehatan terlebih bagi penderita diabetes karena daging mengandung natrium dan nitrit cukup tinggi. Menurut penelitian yang dilansir dari alodokter, kedua kandungan ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe dua.

2. Makanan manis. Mengonsumsi makanan manis memang dapat meningkatkan mood. Namun, terlalu banyak mengonsumsinya juga tidak bagus, loh. Sebab makanan manis ini mengandung lemak jahat yang bisa dibilang sangat tinggi, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah besar bisa menaikkan diabetes dengan sangat cepat. Tidak hanya makanan manis, penderita diabetes pun sangat disarankan untuk menjauhi minuman manis karena di dalam minuman ini juga menyimpan lemak yang tidak baik untuk tubuh.

3. Nasi putih. Siapa yang bisa mengira, jika nasi putih yang sudah menjadi makanan pokok sehari-hari ini dapat menjadi salahs satu pemicu naiknya diabetes dalam tubuh. Yap, hal ini karena dalam nasi putih tersimpan kandungan gula yang cukup tinggi, sehingga apabila dikonsumsi bisa meningkatkan diabetes hingga sebelas persen. Nah, untuk mengatasi kondisi ini, maka cobalah untuk mengganti nasi dengan nasi merah maupun nasi hitam.

4. Gorengan. Apakah Anda suka mengonsumsi gorengan? Jika ya, cobalah untuk mengurangi konsumsi makanan tersebut. Gorengan dianggap menjadi sarang berkumpulnya lemak jahat karena terbuat dari tepung terigu. Selain itu, gorengan pun digoreng di dalam minyak yang sudah mulai menghitam, untuk itulah tidak heran jika banyak lemaknya.

Itulah makanan yang bisa meningkatkan diabetes dalam tubuh. Kurangi konsumsinya, ya! –SH–

Share