9 Sep 2018

Mata Uang Rupiah Melemah, Ini Dampaknya Bagi Masyarakat!

Saat ini, nilai kurs rupiah terus mengalami penurunan terhadap dollar Amerika. Namun, nilai tukar dollar tersebut malah terus melonjak tajam, yang mana awalnya hanya berkisar sekitar Rp 13.000 menjadi Rp 15.000. Terjadinya penurunan rupiah terhadap dollar ini tentu sangat merugikan negara, khususnya bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Terdapat beberapa dampak buruk yang ditimbulkan akibat melemahnya nilai mata uang rupiah tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut ini. Here we go!
1. Melambatnya pertumbuhan ekonomi. Salah satu dampak yang paling terasa setelah terjadinya penurunan nilai tukar ini adalah pertumbuhan ekonomi menjadi melambat. Jika perekonomian melambat, tentu setiap usaha yang dijalankan masyarakat Indonesia tidak akan berjalan dengan semestinya. Untuk menanggulangi hal ini, alangkah baiknya sebagai masyarakat Indonesia kita berhenti dulu membeli produk dari luar akan tetapi belilah produk dalam negeri. Mana tau, dengan cara ini dapat membantu menstabilkan mata nilai tukar rupiah.

2. Terjadinya pemutusan hubungan kerja. Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar membuat banyak industri di Indonesia memutuskan hubungan kerja dengan para karyawannya. Jika sudah begini, tentu akan semakin banyak saja buruh pabrik yang diberhentikan dari pekerjaan dan mereka pun akan berstatus menjadi pengangguran. Syukur-syukur kalau mereka memiliki usaha sampingan, apabila tidak, tentu saja mereka akan kesusahan untuk mendapatkan pekerjaan nantinya.

3. Harga sembako mengalami peningkatan. Selain itu, melemahnya nilai mata uang rupiah membuat harga sembako terus meningkat tajam. Jika harga sembako melonjak naik, tentu yang akan mendapatkan kesulitan adalah masyarakat menengah ke bawah. Mereka tidak akan sanggup membeli sembako tersebut, apalagi baru saja menjadi penggangguran akibat di PHK dari tempat bekerja. Melihat ini, tentu kemiskinan pun akan mengalami peningkatan di Indonesia.

4. Kesehatan masyarakat menjadi terganggu. Siapa yang bisa menduga, menurunnya nilai mata uang malah dapat menggangu kesehatan masyarakat. Kok, bisa? Yap, ini akibat dari masyarakat tidak mampu membeli bahan makanan yang layak konsumsi, sehingga alhasil penyakit pun akan muncul di mana-mana.

Selain keempat dampak buruk yang sudah disebutkan tersebut, penurunan nilai tukar ini juga memberikan dampak buruk lainnya, seperti: 
- Tingkat depresi semakin tinggi
- Angka putus sekolah terus mengalami peningkatan
- Kesejahteraan masyarakat menjadi terganggu
- Masyarakat tidak akan hidup tentram lagi
Itulah beberapa dampak buruk yang ditimbulkan akibat melemahnya mata uang Indonesia. Harapan kita semoga nilai tukar rupiah kembali stabil. –SH–

20 Agt 2018

Apa Kelebihan Mengonsumsi Makanan yang Dimasak dengan Minyak Zaitun?

Selama ini, Anda mungkin sudah mendengar bahwa minyak zaitun sangat baik untuk dijadikan sebagai bahan masakan atau pengganti minyak. Memang, mencari tempat jual minyak zaitun sangatlah mudah sekarang ini. Namun demikian, sebetulnya apa sih keunggulan dari menggunakan minyak zaitun sebagai bahan masakan selain hanya karena alasan kesehatan? Well, coba simak dalam artikel ini, ya.

1. Kesehatan jantung lebih terpelihara. Seperti yang Anda ketahui, minyak zaitun memiliki kandungan lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal yang sangat baik untuk jantung. Tidak heran jika minyak zaitun bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Tak hanya itu, kandungan dari minyak zaitun mampu mengurangi risiko peradangan dan menambah kadar kolesterol baik.

2. Menurunkan risiko stroke. Tidak ingin terkena penyakit stroke? Tentu ada banyak hal yang bisa Anda lakukan: mulai dari menjaga pola makan, rajin beraktivitas fisik, dan masih banyak lagi. Anda juga bisa mulai mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak zaitun. Mengapa? Pasalnya, seseorang yang mengonsumsi makanan dengan minyak zaitun ternyata memiliki risiko 41% lebih rendah untuk terkena stroke.

3. Membantu menjaga kesehatan hati. Studi membuktikan bahwa minyak zaitun terutama yang jenis ekstra virgin ternyata bisa membantu melindungi organ dari kerusakan sel, lho. Sementara itu, kerusakan sel sendiri erat kaitannya dengan reaksi kimia dari molekul di dalam tubuh dengan radikal bebas.

4. Mengurangi kolesterol jahat. Konon, mengonsumsi makanan yang diolah dengan minyak zaitun secara rutin setidaknya selama 6 minggu, bisa membantu menurunkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) yang disebut sebagai kolesterol jahat di dalam darah.

5. Terhindar dari kanker payudara. Untuk para perempuan, minyak zaitun bisa melindungi tubuh dari kemungkinan kanker payudara. Mengapa? Pasalnya, minyak zaitun bisa mengaktifkan mekanisme yang dapat mematikan sel kanker payudara. Dengan demikian, risikonya bisa dikurangi. 

6. Menjaga kesehatan mental. Dalam fast food dan juga makanan yang berpengawet ternyata tersimpan kandungan lemak trans yang cukup tinggi. Bagi Anda yang belum tahu, lemak trans ini dapat meningkatkan kemungkinan depresi. Penelitan menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi lemak trans bisa mengalami peningkatan depresi sekitar 48%.

Itu dia kelebihan dari mengonsumsi makanan yang diolah dengan minyak zaitun. Semoga bermanfaat, ya!

6 Agt 2018

Pinjaman yang Diajukan Tidak Disetujui? Berikut Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Tidak semua orang yang pernah mengajukan pinjaman langsung disetujui begitu saja. Selain harus melalui serangkaian proses terlebih dahulu, tak jarang pula calon debitur yang pengajuan dananya tidak disetujui. Biasanya, penolakan pengajuan pinjaman disebabkan karena beberapa alasan. Berikut ini bisa menjadi penyebab mengapa pinjaman yang Anda ajukan tidak disetujui

Pernah terlibat kredit macet

Apabila Anda pernah meminjam sebelumnya dan gagal membayar cicilan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, maka besar kemungkinan Anda telah di blacklist. Blacklist yang diberikan tersebut nantinya dapat berdampak panjang hingga gagal mendapatkan pinjaman di berbagai tempat lainnya. Untuk menghindari blacklist, maka Anda perlu untuk berhati-hati dan berusaha sebaik mungkin untuk membayar cicilan sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya.

Faktor Eksternal

Tidak ada yang dapat memastikan bagaimana kondisi ekonomi secara nasional maupun global. Namun, jika Anda tengah mengajukan pinjaman ditengah kondisi perekonomian yang tidak menentu atau bahkan menuju krisis, maka besar kemungkinan pinjaman yang Anda ajukan akan ditolak. Karena, pada saat momen tersebut setiap kegiatan bisnis akan terdampak dan pinjaman yang Anda ajukan juga akan terdampak. Selain itu, jika pinjaman disetujui bukan tidak mungkin Anda akan dibebankan bunga yang cukup tinggi. Jadi, pastikan Anda telah memantau kondisi ekonomi terkini sebelum mengajukan pinjaman.

Dokumen yang kurang valid

Dalam proses pengajuan pinjaman, Anda diharuskan untuk menyerahkan sejumlah dokumen terlebih dahulu. Dokumen ini nantinya akan dijadikan pedoman bagi pihak kreditur untuk mengetahui identitas diri dan rekam jejak Anda selama ini. Dari dokumen tersebut, nantinya pihak kreditur akan menilai seberapa layakkah Anda untuk mendapatkan pinjaman uang. Apabila dokumen yang diberikan kurang valid, maka bukan tidak mungkin pinjaman yang Anda ajukan akan ditolak begitu saja.

Proses pengajuan yang seringkali menemui jalan buntu bukan berarti sulit untuk dilakukan. Karena, saat ini ada platform pinjaman online yang akan membantu Anda untuk mendapatkan pinjaman secara mudah dan cepat. Platform tersebut adalah Momaju, kunjungi laman berikut https://momaju.id dan ajukan pinjaman sesuai kebutuhan Anda.

30 Jul 2018

5 Makanan Sehat Pengganti Nasi yang Tetap Mengenyangkan

“Belum lengkap kalau belum makan nasi”. Ya, kira-kira seperti itulah anggapan kebanyakan orang Indonesia. Padahal sebenarnya kita harus mulai mengurangi nasi putih dan lebih sering membuat resep makanan sehat, lho. Kenapa? Nasi putih memiliki kadar glycemic index tinggi yang membuat nasi putih mudah dipecah menjadi gula dan diserap tubuh. Hal ini dapat berdampak buruk pada penderita diabetes. Bukan hanya bagi penderita diabetes, pasalnya mengonsumsi nasi putih secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan. Namun jangan khawatir, ada banyak alternatif makanan sehat pengganti nasi yang juga mampu membuat perut kenyang. Yuk simak daftarnya di bawah ini!

Singkong
Siapa sih yang belum familiar dengan makanan yang satu ini? Ya, singkong memang merupakan sumber karbohidrat yang cukup populer. Nah, singkong bisa menjadi alternatif pengganti nasi yang baik nih. Pasalnya, selain memberikan asupan karbohidrat, singkong juga bermanfaat untuk mengatasi infeksi darah, dapat membantu menginduksi persalinan, dan lain-lain.

Ubi
Selain singkong, ubi juga bisa digunakan untuk menggantikan nasi. Ubi ungu bahkan merupakan sumber makanan diet yang cukup populer di Korea Selatan, lho! Tak heran, ubi memang mengandung berbagai macam vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan. Jika ingin menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah, dan menjaga kesehatan, coba konsumsi ubi sebagai pengganti nasi.

Kentang
Makanan yang satu ini memang kerap disebut sebagai pengganti nasi yang efektif. Meskipun cukup mengenyangkan, kandungan karbohidrat pada kentang tidak setinggi yang terkandung pada nasi putih. Selain itu, kentang juga mengandung banyak nutrisi lain seperti zat besi, magnesium, mangan, kalium, vitamin C, dan masih banyak lainnya.

Oat
Oat merupakan jenis gandum yang juga mengandung kalori dan karbohidrat. Namun, oat mengandung protein yang lebih tinggi daripada nasi putih. Selain itu, oat dapat berkhasiat dalam menurunkan kolesterol karena mengandung serat yang tinggi. Jika Anda ingin mengonsumsi oat dengan rasa yang enak, Anda juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk granola. Asalkan, Anda yakin sudah memilih granola yang tepat, maka manfaat yang didapatkan akan sama baiknya dengan mengonsumsi oat murni.

Pasta
Pernah berpikir untuk mengganti dengan pasta? Meskipun pasta jarang dikonsumsi sehari-hari oleh orang Indonesia tapi ternyata makanan ini dapat digunakan untuk menggantikan nasi. Tak hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, pasta juga mengandung asam folat dan rendah lemak. 
Jadi, kamu ingin coba mengganti nasi dengan makanan apa nih? (Rima)

19 Jul 2018

Hipertensi dan Hipotensi, Mana yang Lebih Berbahaya?

Ketidaknormalan pada tekanan darah, bukanlah hal yang bisa diabaikan begitu saja. Meskipun Anda sudah memiliki polis asuransi jiwa yang akan menjamin keuangan ahli waris Anda, pastinya Anda tetap tidak ingin terjadi sesuatu pada diri Anda, kan? Sebab itulah, penting untuk mengecek tekanan darah secara berkala, khususnya bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit hipertensi atau hipotensi.

Mungkin beberapa dari Anda sudah sering mendengar kedua istilah penyakit tersebut, tetapi apa Anda telah memahaminya? Sebelum kita membahas lebih lanjut, ada baiknya jika kita bahas singkat apa itu tekanan darah dan jenisnya terlebih dahulu. Tekanan darah adalah ukuran kekuatan jantung memompa darah ke seluruh tubuh dan dinyatakan dalam mmHg. Pada saat dilakukan pengecekan, akan diketahui tekanan darah atas (sistolik) dan bawah (diastolik). Tekanan darah atas yaitu tekanan di arteri pada saat jantung sedang berdetak atau aktif memompa darah. Sementara tekanan darah bawah adalah tekanan di arteri pada saat jantung dalam kondisi rileks atau beristirahat.

Dalam kondisi normal, tekanan darah atas biasanya berada pada angka 90-120 mmHg dan tekanan darah bawah berada pada angka 60-90 mmHg. Namun, ketika tekanan darah atas dan bawah berada pada angka di atas 140/90 mmHg, maka orang tersebut akan dinyatakan mengalami hipertensi. Dan seseorang akan dikatakan mengalami hipotensi ketika tekanan darah atas dan bawah berada di angka 90/60 mmHg.

Lalu, di antara kedua penyakit tersebut, manakah yang lebih berbahaya?
Menurut situs tanyadok, ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa hipertensi lebih berbahaya dibanddingkan dengan hipotensi. Bahkan, dalam penelitian tersebut juga disebutkan bahwa seseorang dengan tekanan darah rendah atau hipotensi memiliki harapan hidup lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang dengan tekanan darah normal. Hal ini didukung juga dengan penelitian yang menyebutkan bahwa seseorang dengan kondisi hipotensi sejak kecil akan lebih sehat dibandingkan dengan yang tidak.

Akan tetapi, bukan berarti hipotensi tidak berbahaya. Kondisi tersebut hanya berlaku pada Anda yang memang telah memiliki tekanan darah rendah sejak kecil. Artinya, jika hipotensi baru terjadi pada Anda saat sudah dewasa, maka hal ini patut diwaspadai dan harus segera diatasi dengan cara yang tepat. Sebab, tekanan darah yang terlalu rendah menandakan lemahnya kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh akan kekurangan nutrisi dan oksigen yang ada dalam darah. Jika hal ini berlangsung lama, maka dapat menyebabkan kematian sel.

Jadi, bisa dikatakan keduanya memiliki bahayanya masing-masing, dan tidak boleh diabaikan begitu saja. (Vita)

Share