9 Nov 2017

4 Tips Mudah Kecilkan Pori-pori di Wajah


Memiliki kulit wajah halus tanpa dihiasi oleh noda membandel memang menjadi dambaan setiap wanita. Bagaimana tidak, dengan kulit halus bersinar ini, maka dapat membuat wanita tampak terlihat jauh lebih cantik sehingga bilamana mengikuti Kontes Putri Purbasari 2017 tidak akan merasa minder. Hanya saja, terkadang untuk mendapatkan kulit halus ini tidaklah mudah, terlebih jika pori-pori kulit membesar tentu berdampak pada kesehatan sekaligus kecantikan kulit. Dan bahkan apabila kondisi ini tidak segera diatasi, bisa mengakibatkan kotoran menjadi semakin menumpuk di kulit wajah.

Lantas, bagaimana menghilangkannya dari wajah? Adapun caranya adalah sebagai berikut ini;
  1. Tidak menyentuh wajah dengan tangan. Sebagai wanita, pastinya kamu ingin memperoleh kulit wajah halus bersinar, bukan? Nah, untuk mendapatkan ini, baiknya mulai dari sekarang kurangi menyentuh wajah dengan tangan. Sebab, kuman maupun bakteri yang tidak terlihat di tangan bisa menempel di wajah, inilah yang menjadi cikal-bakal mengapa terjadinya penumpukan kotoran pada wajah. Apabila terdapat kotoran, tentu dapat mengakibatkan pori-pori di wajah pun semakin membesar. 
  2. Kecilkan pori-pori dengan es batu. Es batu pun bisa kamu jadikan sebagai sarana untuk mengecilkan pori-pori. Caranya? Kamu tinggal memasukkan es batu ke dalam kain besar, selanjutnya tinggal mengusapkannya ke wajah selama beberapa menit sembari dipijat ringan. Namun, saat memijat ini pastikan kulit tangan sudah dicuci bersih, karena tangan yang tidak bersih dapat kembali menjangkiti munculnya kotoran di wajah. Untuk hasil yang maksimal, lakukan ini setiap hari hingga pori-pori terlihat mengecil. 
  3. Memakai masker wajah. Untuk mendapatkan kulit wajah halus, kamu pun bisa menggunakan masker wajah berbahan alami. Dipercaya, masker dapat mengangkat sel kulit mati yang terdapat di wajah, sehingga membuat wajah pun tampak semakin berseri dan kencang. Maka dari itu, pakailah masker ini secara rutin. 
  4. Membersihkan wajah. Agar terhindar dari pori-pori besar, ada baiknya kamu selalu membersihkan wajah setelah melakukan aktivitas di luar ruangan. Ini penting dilakukan karena dapat mencegah terjadinya penumpukan kotoran di kulit wajah, sehingga tidak akan membuat pori-pori di wajah semakin membesar. 

Itulah sedikit langkah mudah mengecilkan pori-pori di wajah. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat! –SH–

8 Nov 2017

Mikronutrien yang Dibutuhkan oleh Ibu Menyusui

Selain memerhatikan konsumsi makanan yang masuk ke dalam tubuh, Ibu yang sedang menyusui juga harus jeli dalam memperkirakan nutrisi yang ada di dalam tubuh apakah sudah cukup atau belum. Sebab nutrisi yang ada di tubuh Ibu akan ditransfer pada si kecil melalui ASI, sehingga memastikan kalau ASI Ibu berkualitas adalah sesuatu yang wajib. Oleh sebab itu, selain mengonsumsi makanan yang bergizi, Ibu pun disarankan untuk minum susu ibu menyusui.

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, jangan lupa pula untuk memenuhi kebutuhan nutrien berikut ini:
  1. Zat besi. Selama menyusui, Ibu membutuhkan zat besi sebanyak 27 mg perharinya, lho. Cukup banyak, kan? Oleh sebab itu, Ibu harus rajin mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti sayuran berdaun hijau, roti gandum, atau bahkan daging merah. Hanya saja, pastikan daging yang dikonsumsi sudah matang sempurna, ya!
  2. Kalsium. Tidak hanya zat besi, Ibu juga membutuhkan kalsium selama proses menyusui. Kalsium ini bermanfaat untuk membantu perkembangan tulang si bayi dan juga memberikan energi pada Ibu. Jumlah kalsium yang harus dikonsumsi oleh Ibu setiap harinya adalah 1200 mg. Ibu bisa mendapatkan kalsium dari keju, yoghurt, dan juga susu.
  3. Asam folat. Nah, ini dia mikronutrien yang wajib dipenuhi saat sedang mengandung atau ketika menyusui. Ibu membutuhkan asam folat sekitar 600-800 mcg per hari saat sedang menyusui. Untuk memenuhinya, Ibu bisa mengonsumsi telur, kacang-kacangan, dan juga sayuran berdaun hijau. Silakan atur menu makanan hariannya agar gizi terpenuhi ya, Bu.
  4. Vitamin B12. Selama menyusui, Ibu juga membutuhkan vitamin B12 sebanyak 2,6 mg setiap harinya. Vitamin ini bisa Ibu temukan alam ikan, hati, produk kedelai, dan juga serealia yang kaya akan serat.
  5. Zink. Mikronutrien lain yang Ibu butuhkan adalah zink. Ibu membutuhkan zink setidaknya 11 mg perhari. Untuk memenuhi kebutuhan zink, Ibu bisa mengonsumsi kerang, lobster, udang, dan juga daging.
Itu dia daftar mikronutrien yang harus Ibu penuhi saat sedang menyusui. Kurangnya mikronutrien akan berdampak pada rendahnya kadar vitamin serta mineral yang akan diterima oleh bayi melalui ASI. Dengan demikian, perkembangan dan pertumbuhan mereka pun menjadi tidak optimal.

Nah, untuk melengkapi kebutuhan mikronutrien ini, Ibu juga bisa mengimbanginya dengan minum susu khusus ibu menyusui. Susu ini biasanya mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil seperti zat besi, asam folat, inulin, dan juga omega 3 & 6. Jika Ibu masih mengalami masalah seputar menyusui, Ibu bisa mengikuti konsultan laktasi yang sangat bermanfaat terutama untuk ibu yang baru memiliki anak pertama.

2 Nov 2017

Benarkah Mual Saat Hamil Tanda Kandungan Sehat?

Ketika seorang wanita yang telah menikah mulai sering merasa mual, pasti akan banyak yang langsung menebak bahwa wanita tersebut tengah hamil. Wajar saja karena mual memang menjadi salah satu tanda kehamilan yang cukup banyak dialami pada awal kehamilan. Memang, mual pada saat awal kehamilan adalah hal yang wajar dan dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil muda. Bahkan, banyak juga yang bilang bahwa mual saat hamil justru tanda kandungan sehat.

Benarkah demikian?

Menurut situs alodokter, mual saat hamil ini adalah hal yang sangat wajar terjadi dan memang bisa menjadi salah satu tanda kandungan sehat. Hanya saja, kondisi ini bisa dikatakan wajar jika Anda mengalaminya dalam batas yang wajar atau tidak berlebihan. Mual saat hamil atau yang sering disebut morning sickness ini bisa disebabkan karena beberapa hal, diantaranya:
  • Produksi hormon kehamilan atau hormon human chorionic gonadotropin.
  • Peningkatan kadar hormon estrogen
  • Semakin sensitivnya ibu hamil terhadap bau atau aroma
  • Meningkatnya stres saat kehamilan
  • Adanya infeksi pada saluran kencing

Jika mual muncul akibat 3 poin teratas yang telah disebutkan, maka hal tersebut wajar dan biasanya semakin lama akan semakin berkurang dengan bertambahnya usia kandungan. Jadi Anda tidak perlu panik. Namun jika mual muncul akibat 2 poin terakhir, maka sebaiknya Anda lebih waspada dan segera periksakan kesehatan Anda. Apalagi pada ibu hamil yang bekerja, meningkatnya strres terkadang sulit dihindari. Apalagi ketika sedang dikejar deadline atau terdapat masalah pada pekerjaannya. Itulah alasannya banyak orang yang masih mempertanyakan amankah ibu hamil tetap aktif bekerja? Meskipun begitu jika Anda mampu mengatur tingkat stres dengan baik, sebenarnya tidak perlu takut tetap bekerja saat hamil.

Anda sebaiknya juga mulai waspada jika mual yang Anda rasakan disertai dengan muntah yang cukup parah. Apalagi jika ternyata akibat muntah yang berlebihan ini Anda sampai tidak bisa mengonsumsi makanan apapun. Padahal pada saat hamil, ada banyak sekali nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda untuk kesehatan Anda dan perkembangan janin. Jadi masalah ini tidak bisa disepelekan.

Selain itu, meskipun mual pada awal kehamilan bisa menjadi tanda kandungan sehat, bukan berarti Anda yang tidak mengalami masalah ini berarti memiliki masalah pada kandungannya ya. Sebab memang ada sekitar 20% ibu hamil dari total keseluruhan yang tidak mengalami masalah ini. Jika Anda masih merasa ragu, Anda bisa melakukan konsultasi pada dokter kandungan untuk memastikan bahwa kandungan sehat. Jadi Anda bisa merasa tenang. (Vita)

23 Okt 2017

3 Khasiat Buah Manggis Berdasarkan Penelitian

Tidak sekali dua kali kita mendengar ekstrak kulit manggis dan manfaatnya untuk kesehatan. Akan tetapi, apakah benar ekstrak kulit manggis ini memang berdampak pada kesehatan tubuh kita? Nah, sebelum berasumsi lebih jauh, yuk coba simak artikel berikut ini.

Sama halnya dengan kelapa yang hampir seluruh elemennya bisa dimanfaatkan, buah manggis pun demikian. Buah manggis atau Garcinia Mangostana merupakan salah satu buah tropis yang mudah ditemukan di Asia Tenggara. Indonesia termasuk salah satunya. Meskipun sifatnya musiman, menemukan buah manggis bukanlah hal yang sulit di negara kita.

Nah, buah manggis ini ternyata bisa dimanfaatkan, tidak hanya sebagai buah untuk dikonsumsi saja. Sebab selain daging buah, kulit dan ranting buah manggis ternyata mengandung senyawa kimia dan komponen aktif yang berdampak untuk kesehatan kita. Salah satunya adalah xanthone yang berfungsi sebagai antioksidan. Tidak hanya itu, beberapa peneliti tengah mengembangkan keuntungan lain dari ekstrak kulit manggis dan penelitian di laboratorium menemukan fakta bahwa ekstrak buah manggis mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Beberapa khasiat buah manggis berdasarkan penelitian adalah sebagai berikut:

Antioksidan
Buah manggis bermanfaat sebagai antioksidan yang baik untuk tubuh kita. Kandungannya mampu mengurangi jumlah oksidasi lemak di dalam tubuh dan juga mengeluarkan zat beracun yang berpotensi merusak sel tubuh.

Antiinflamasi
Ekstrak buah manggis ternyata mampu mengurangi peradangan yang kerap terjadi pada gusi dan juga gigi. Tidak hanya itu, ekstrak ini juga bisa menurunkan kadar CRP yang menjadi penanda dari peradangan.

Antikanker
Beberapa penelitian menemukan bahwa buah manggis memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan tumor dan juga menghancurkannya. Penelitian ini dilakukan dengan meneliti responden penderita kankaer payudara dan kanker prostat, di mana hasil yang didapatkan adalah ekstrak buah manggis terbukti mampu mengurangi besaran tumor dan mengurangi jumlah pembuluh darah pada sel tumor.

Itu dia beberapa khasiat dan manfaat buah manggis untuk kesehatan kita. Namun demikian, mengingat penelitian ini baru dilaksanakan di laboratorium, perlu waktu sedikit lebih lama lagi untuk membuktikannya secara medis bahwa ekstrak kulit manggis bisa berdampak pada manusia. Kita tunggu saja, ya!

18 Okt 2017

Ini Beragam Faktor Terjadinya Kanker Rahim

Kanker rahim adalah sebuah jenis kanker yang menyerang rahim atau sistem reproduksi wanita. Selain itu, kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri, namun sangat jarang terjadi. kanker rahim merupakan salah satu penyakit berat yang menakutkan bagi wanita, akan tetapi, Anda dapat menghindari resiko terjangkit penyakit tersebut. Sebelum itu, ketahuilah bahwa penyebab utama terjadinya kanker rahim ialah perubahan genetika atau mutasi sel yang sehat menjadi sel yang tidak normal. Lalu, keberadaan HPV juga diketahui sebagai salah satu penyebab lain kanker rahim dengan resiko sebesar 30 kali lipat. Jadi penyebab kanker rahim yang biasa dialami penderita adalah pendarahan vagina. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim. Untuk mencegah ancaman tersebut jika anda sudah menopause, tapi tetap mengalami pendarahan atau belum menopause, tapi mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi segeralah periksakan diri Anda ke Dokter.

Faktor penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Penyebab kanker rahim juga dapat terjadi karena radiasi atau pencemaran bahan kimia Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker rahim. Berikut ini adalah faktor yang dapat menimbulkan hormon yang tidak seimbang antara lain : Menstruasi dini atau menopause yang terlambat, Obesitas, Diabetes, Terapi penggantian hormone, Penggunaan tamoksifen jangka panjang. Keadaan ini akan bertambah parah jika wanita tersebut juga seorang perokok, karena nikotin dapat mempermudah masuknya virus. Beberapa keadaan lain yang turut menjadi penyebab kanker rahim adalah trauma kronis pada rahim akibat proses persalinan dan infeksi atau iritasi yang berlangsung cukup lama.

Karena penyebabnya yang belum diketahui, langkah pencegahan yang pasti untuk kanker rahim juga tidak ada. Meskipun begitu, langkah-langkah untuk mengurangi risikonya tetap ada. Seperti menjaga berat badan yang sehat, memperbanyak konsumsi kedelai, penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya pil KB kombinasi, kebiasaan merokok, hubungan seksual sebelum waktunya atau berganti pasangan. Dapatkan juga informasi tentang cara menurunkan gula darah dengan singkat.

Share