5 Mei 2020

Alergi VS Intoleran Makanan, Apa Bedanya?

Alergi, adalah kondisi ketika seseorang mengalami suatu gejala tertentu setelah mengonsumsi suatu jenis makanan. Misalnya pada seseorang yang alergi udang, mereka mungkin akan mulai mengalami gejala masalah kesehatan jika mengonsumsi makanan yang mengandung udah. Beberapa gejala yang sering muncul adalah mual, muntah, muncul gatal, sesak napas, dan sebagainya.
Namun, bagaimana dengan intoleran? Apakah intoleran dan alergi adalah suatu kondisi yang sama?
Sebenarnya kedua istilah ini digunakan untuk menggambarkan masalah yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah detailnya.

Intoleran

Pada dasarnya, intoleran juga memiliki arti yang tidak berbeda jauh dari alergi, yaitu munculnya suatu gejala setelah seseorang mengonsumsi sesuatu. Namun pada intoleran, tidak melibatkan imun tubuh sama sekali. Itulah sebabnya, gejala pada seseorang yang mengalami intoleran biasanya terbatas pada masalah pencernaan.
Salah satu Biasanya seseorang yang mengalami intoleran terhadap suatu jenis makanan tertentu karena adanya masalah pada enzim tubuhnya. Dikutip dari medicalnewstoday, enzim merupakan zat yang berfungsi penting dalam pengolahan makanan dalam tubuh. Ketika seseorang kehilangan atau tidak memiliki jumlah enzim sesuai dengan yang dibutuhkan, maka tubuh tidak bisa mencerna suatu makanan tertentu secara sempurna.
Seseorang yang mengalami intoleran tidak menunjukkan gejala langsung setelah selesai makan, melainkan setelah beberapa saat. Inilah yang membuat seseorang terkadang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami intoleran terhadap suatu jenis makanan atau zat tertentu.

Alergi

Berbeda dengan intoleran yang tidak berkaitan dengan imun tubuh, pada alergi penyebabnya justru adalah imun tubuh. Berdasarkan situs mayoclinic, alergi makanan menyebabkan sistem imun bereaksi dan memengaruhi beberapa organ yang akan membuat timbulnya berbagai gejala.
Seseorang yang mengalami alergi makanan akan langsung mengalami gejala segera setelah mengonsumsi makanan alergen tersebut. Bahkan meskipun dalam porsi yang sangat kecil sekalipun. Dan gejala yang muncul akibat alergi ini terkadang tidak mudah disembuhkan sendiri dengan obat anti alergi sehingga membutuhkan bantuan dokter.

Gejala

Gejala yang timbul pada kedua masalah di atas beberapa di antaranya sama, yaitu:

  • Mual terkadang disertai muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Pusing

Hal yang membedakan adalah gejala yang terjadi pada seseorang dengan intoleran biasanya hanya terbatas pada masalah pencernaan. Namun untuk alergi, gejala yang muncul bisa lebih berbahaya dan bahkan bisa menyebabkan kematian, seperti sesak napas.

6 Apr 2020

Ini Dia Jenis Lipstik yang Bisa Dipakai untuk Menemani Harimu!

Salah satu produk makeup yang tidak akan pernah ketinggalan digunakan wanita adalah lipstik. Ya, penggunaan lipstrik memang dapat meningkatkan penampilan serta membuat wajah terlihat lebih cerah karena itulah tak heran jika banyak wanita yang menggunakannya. Tidak hanya itu saja, banyak pilihan warna lipstik yang bisa digunakan seperti Lipstik Mizzu berwarna cerah, misalnya sehingga makin disukai.
Namun demikian, tahukah kamu, jika lipstik yang biasa kamu pakai terdiri dari beragam jenis, loh. Apa sajakah? Langsung disimak! (source: cosmopolitan)

  1. Satin. Melansir dari cosmopolitan, lipstik jenis satin memiliki tekstur yang lembap dan tidak memberikan kesan full coverage. Dari segi warna, lipstik ini memang terlihat sedikit pekat, tapi ketika diaplikasikan ke bibir terasa lebih tipis dan lembut. Pengaplikasian lipstik ini akan semakin terlihat sempurna jika dipadupadankan dengan makeup bergaya Korea. Dijamin, wajah pun akan tampak lebih bercahaya dan tampil anggun. 
  2. Creamy. Berbeda dengan satin, lipstik creamy ini memberikan warna yang lebih intens dengan efek dewy. Biasanya, sebelum mengaplikasikan lipstik jenis ini banyak yang memakai lip liner berwarna senada terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk menjaga keawetan lipstik sekaligus membuatnya tetap rapi. Namun, jika ingin membuat lipstik satu ini tampak seperti matte, maka tinggal mengolesi bibir dengan lipstik dan tekan-tekan tisu di bibir. 
  3. Sheer. Lipstik berjenis sheer ini tidak memiliki pigmentasi kuat sehingga ketika diaplikasikan ke bibir tidak akan sampai menutupi warna alami bibir melainkan membuatnya terlihat semakin cerah. Di dalam lipstik jenis ini terdapat kandungan moisturizer, yang mana bisa membantu menjaga kelembapan bibir. Tertarik mencobanya?
  4. Matte. Bisa dikatakan, lipstik jenis matte ini sangat dikagumi oleh kaum wanita karena penggunaannya yang sangat tahan lama, tidak berkilau, sekaligus pigmented. Lipstik satu ini juga banyak yang dibuat dalam bentuk liquid sehingga mudah diaplikasikan ke bagian bibir. Namun, sayang, lipstik jenis ini membuat bibir terlihat kering dan memperlihatkan garis bibir karena itu sebelum mengaplikasikannya sangat disarankan memakai lip balm terlebih dahulu. 

Itu dia beberapa jenis lipstik yang bisa digunakan untuk menemani harimu. So, kamu lebih sering menggunakan jenis yang mana, nih? –SH–

26 Des 2019

Tingkatan Luka Bakar yang Harus Anda Ketahui

Agar tindakan pengobatan luka bakar tidak salah sasaran, maka Anda harus benar-benar tahu seperti apa kondisi luka tersebut. Luka bakar sendiri dalam dunia kedokteran biasa disebut dengan combustio, yaitu perlakuan atau cedera tubuh yang disebabkan oleh suhu tinggi atau diakibatkan oleh sentuhan panas. Biasanya dokter juga memberikan obat berupa salep untuk luka bakar dengan dosisi yang disesuaikan berdasarkan usia pasien.

Luka bakar sendiri tidak selalu diakibatkan terkena api, bisa saja akibat tumpahan air panas, sengatan listrik,  atau terkena benda panas. Semua kondisi luka bakar tersebut bermacam-macam tingkatan dan penyembuhannya pun memerlukan waktu yang berbeda pula.

Berdasarkan tingkatannya, luka bakar pada kulit  terdiri dari 3 pengelompokan. Di antaranya adalah

Tingkatan pertama, yang dianggap masih ringan karena terjadi hanya pada bagian luar permukaan kulit saja. Efek dari luka bakar ini mungkin sedikit perih , kemerahan, dan bengkak. Tindakan pengobatannya pun bisa dilakukan di rumah tanpa harus pergi ke dokter.

Tingkatan kedua, yaitu luka terjadi pada lapisan dalam kulit. Kondisi luka bakar seperti ini mengakibatkan kulit menjadi melepuh. Terkadang, jika sudah terasa perih dan nyeri, pasti memerlukan bantuan dari dokter agar luka cepat kering dan sembuh.

Sedangkat luka bakar tingkat ketiga, yaitu yang paling parah. Luka bakar ini menimbulkan efek yang cukup parah pada permukaan kulit bagian luar dan dalam. Gejala yang ditimbulkan meliputi warna kulit putih mengkilap seperti halnya lilin, gosong, serta tekstur kulit tidak lagi rata. Jika kondisi lebih parah dari itu, mungkin sudah masuk pada kategori luka bakar tingkat empat, yaitu sudah merusak sendi dan tulang.

Mengetahui tiap tingkatan luka bakar, pastinya menentukan cara pengobatan atau penanganan yang lebih tepat. Seperti halnya seseorang yang mengalami luka bakar serius, yaitu berada pada tingkat atau derajat 3 dan 4, maka pengobatan yang harus dilakukan tidak bisa sembarangan, yakni harus segera dibawa ke UGD rumah sakit. Akan tetapi, jika luka bakar masih berada pada derajat 1 dan 2 , maka tindakan pengobatan pun masih bisa dilakukan di rumah, baik dengan bahan-bahan alami maupun menggunakan salep khusus luka bakar yang bisa dibeli di apotik terdekat.

Untuk tindakan paling aman, agar luka bakar dan luka lama sembuh secara total, maka Anda perlu berkonsultasi langsung dengan dokter.

Manfaat dari Penyuntikan Vitamin C pada Tubuh

Vitamin C atau asam askorbat adalah suatu zat esensial yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin C ini juga diduga berguna sebagai anti-oksidan yang bertugas untuk melindungi kerusakan sel-sel tubuh akibat radikal bebas. Maka dari itu, asupan vitamin C dari berbagai makanan seperti buah-buahan, suplemen bahkan suntikan vitamin C akan sangat berguna untuk tubuh. Berbicara tentang suntik vitamin C, perawatan yang biasa didapatkan di klinik kecantikan terbaik di Jakarta ini memang sudah lumrah untuk dilakukan. Dosis rata-rata yang disuntikkan biasanya sebanyak 70-150 mg. Dengan disuntikkannya vitamin C ke tubuh, tubuh pastinya akan mendapatkan banyak manfaat dari perawatan yang satu ini. Nah, ini dia beberapa manfaat yang akan didapatkan dari suntik vitamin C.
  • Penanganan defisiensi vitamin C
Penyuntikan vitamin C akan sangat dibutuhkan bagi mereka yang mengalami atau memiliki kekurangan vitamin C akut. Penyakit akibat kekurangan vitamin C ini biasanya disebut dengan skurvi. Seseorang yang memiliki defisiensi vitamin C biasanya mengalami gejala seperti gusi berdarah, radang gusi, bahkan kecacatan perkembangan tulang serta gigi. Maka dari itu, penyuntikan vitamin C akan sangat memiliki banyak manfaat untuk orang-orang yang mengalami hal ini.
  • Membantu pembentukan kolagen
Kolagen yang merupakan protein pada tubuh memberi kekuatan serta struktur tubuh. Kolagen terdapat di kulit, otot, tendon dan tulang pada tubuh. Dengan kurangnya vitamin C, struktur kolagen pun akan terpengaruh. Hal ini dapat menyebabkan lesi atau kelainan pada tulang serta pembuluh darah. Maka dari itu, dengan diberikannya suntikan vitamin C, masalah ini pastinya akan dengan mudah dihindari dan juga teratasi.
  • Menghambat sel kanker
Ada sebuah riset yang menyatakan bahwa vitamin C dengan dosis yang tinggi dapat menghambat proses perkembangan kanker. Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada hewan, suntikan vitamin C ini dapat mengurangi perkembangan tumor otak, tumor pada kandung indung telur dan ovarium serta tumor pankreas.
  • Membantu merawat kulit
Manfaat yang satu ini sering dijadikan alasan seseorang untuk mendapatkan perawatan suntik vitamin C. bukan hanya disuntikkan saja, bahkan vitamin C yang dioleskan pada kulit pun dapat membantu merawat kulit yang mengalami masalah seperti keriput, kemerahan bahkan iritema. Namun, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan perawatan ini dengan dosis yang tepat dan juga dengan awasan para profesional.

Demikianlah beberapa manfaat yang akan didapatkan dari penyuntikan vitamin C pada tubuh. Jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukannya. Semoga bermanfaat!

14 Des 2019

4 Tips Merawat Rambut yang Sering Diwarnai

Sebagian wanita setidaknya pernah satu kali mengecat rambut. Iseng, bosan, atau ingin eksistensinya terlihat merupakan alasan-alasan umum wanita mewarnai rambut. Bertambahnya variasi warna juga merek cat warna rambut di pasaran membuat wanita melakukan eksperimen pengecatan rambut sendiri di rumah. Perubahan ini tentu dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas rambut wanita itu sendiri. Apakah Anda pernah mengecat rambut juga? Bila rambut Anda yang dicat berujung pada kerontokan, Anda dapat melakukan terapi pertumbuhan rambut di klinik kecantikan terbaik di Jakarta ini.
rambut diwarnai
Namun, bila keadaan rambut Anda belum separah itu, simak tips merawat rambut yang sering diwarnai agar tetap sehat di bawah ini:

  • Jangan terlalu sering mencuci rambut. Tetapkan jadwal keramas Anda cukup 2 hingga 3 kali dalam sepekan. Hal ini perlu dilakukan untuk mempertahankan warna rambut yang Anda miliki. Sebab, terlalu sering mencuci rambut yang diwarnai dapat membuat warna rambut cepat memudar. Anda dapat menggunakan sampo kering sebagai substitusi mencuci rambut.
  • Pakai conditioner. Setelah Anda mencuci rambut, jangan lupa untuk menggunakan conditioner. Tujuannya adalah untuk menjaga kelembaban rambut Anda. Conditioner pula dapat Anda gunakan sebagai pengganti sampo bila Anda merupakan tipe orang yang terbiasa keramas setiap hari.
  • Gunakan air dingin saat keramas. Mencuci rambut dengan air hangat dapat membuat kutikula rambut Anda naik, yang mana nantinya menyebabkan rambut Anda keriting dan hilang kelembabannya. Maka dari itu, upayakan untuk mencuci rambut Anda dengan air dingin. Namun, bila Anda tidak bisa mandi dengan air dingin, Anda dapat membilas rambut dengan air dingin setelah selesai mandi dengan air hangat.
  • Atur makanan Anda. Pola makan ternyata dapat memengaruhi kualitas rambut. Agar rambut berwarna Anda tetap terpelihara, perbanyaklah mengonsumsi ikan-ikanan seperti salmon dan makerel. Kedua lauk ini mengandung asam lemak omega-3, sehingga rambut Anda akan kuat dan berkilau. Untuk mengatasi kerapuhan pasca pewarnaan rambut, Anda dapat mengonsumsi vitamin E.

Itulah 4 tips merawat rambut yang sering diwarnai. Silakan mulai melakukannya untuk menjaga kesehatan dan kualitas rambut Anda.

Share