14 Nov 2019

Amankah Membersihkan Telinga dengan Obat Tetes?

Sudah banyak orang yang menghindari cotton bud untuk membersihkan telinga mereka. Alasannya karena mereka takut berbagai risiko penggunaan cotton bud tersebut akan menimpa mereka. Meskipun mereka sudah memiliki asuransi kesehatan keluarga premi murah yang akan menanggung biaya berobat jika sakit, tetap saja mereka tidak mau mengambil risiko. Jelas saja, karena telinga merupakan salah satu indera penting dalam tubuh dan jika sampai sakit, bukan hanya biaya saja yang akan menjadi masalah, tetapi bisa memengaruhi masa depan Anda.
Lalu bagaimana cara membersihkan telinga jika tidak menggunakan cotton bud? Biasanya ada satu cara yang banyak dipilih masyarakat saat ini, yaitu menggunakan obat tetes telinga. Namun, apakah cara ini dijamin aman?
Obat tetes telinga tersebut berfungsi untuk melunakkan kotoran telinga sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Menurut situs alodokter, penggunaan obat tetes telinga untuk membersihkannya memanglah aman selama digunakan dengan cara yang benar, yaitu:

  • Gunakan dalam jumlah yang tidak berlebihan dan sesuai aturan.
  • Setelah 2 atau 3 hari penggunaan obat tetes tersebut, miringkan kepala dan masukkan sedikit air hangat ke dalam telinga. Kemudian miringkan ke arah lainnya agar kotoran yang telah lunak dapat keluar bersama air.
  • Keringkan saluran telinga dan lap bagian dalam telinga secara perlahan.

Namun, meskipun penggunaannya aman bukan berarti obat ini selalu aman karena ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan jikaa Anda ingin menggunakannya, yaitu:

  • Anda tidak memiliki riwayat infeksi telinga
  • Anda tidak memiliki riwayat operasi telinga
  • Segera hentikan penggunaan jika terdapat keluhan setelah penggunaan
  • Selalu simpan obat ini di tempat yang sesuai dengan petunjuk

Selain itu, risiko terjadinya penyumbatan telinga akibat kotoran yang melunak semakin masuk ke dalam rongga telinga tetaplah ada. Itulah sebabnya Anda sangat disarankan untuk berhati-hati jika ingin menggunakan obat tetes ini. Namun jika Anda merasa ragu atau takut dengan risikonya, maka ada baiknya jika datang ke dokter THT untuk mengonsultasikan masalah membersihkan telinga yang tepat, khususnya untuk Anda yang pernah mengalami masalah pada telinga. Semoga membantu! (Vita)

30 Okt 2019

Tubuh Kelebihan Gula? Ini Tandanya!

Kelebihan gula darah di dalam tubuh memang tidak baik karena bisa memicu kemunculan penyakit serius. Apalagi, untuk biaya pengobatan dibutuhkan dana yang tidak sedikit, dan apabila memerlukan perawat maka untuk biaya perawat home care sendiri tentu tidaklah murah. Itulah sebabnya, membatasi konsumsi makanan manis tinggi gula harus segera dibiasakan sedini mungkin. Apalagi untuk Anda yang sudah memiliki riwayat penyakit hipertensi hingga harus menghindari makanan pemicu darah tinggi seperti daging kambing. Sebab, gula darah maupun hipertensi merupakan penyakit yang saling terkait satu sama lainnya.
Nah, bicara mengenai kelebihan gula darah, maka ada beberapa tanda yang bisa dilihat jika tubuh kelebihan gula, check it out: (source: alodokter)
  1. Penglihatan menjadi kabur. Menurut hasil lansiran dari alodokter, ketika gula darah dalam tubuh meningkat maka bagian tubuh yang akan terkena dampaknya adalah kedua mata. Hal ini karena saat gula darah tinggi lensa mata menjadi bengkak, yang mana kondisi seperti ini bisa mengganggu kemampuan mata dalam melihat.
  2. Warna kulit menjadi berubah. Tidak hanya mata, gula darah yang meningkat di tubuh pun bisa mengakibatkan perubahan warna pada kulit, terutama di bagian lipatan tubuh seperti leher maupun garis-garis jari. Biasanya, kulit berubah menjadi sedikit menggelap bila gula darah meningkat. Untuk itu, selalu berhati-hati, ya!
  3. Merasa lapar setiap saat. Tanda lainnya yang bisa dilihat jika tubuh kelebihan gula darah adalah merasa lapar setiap waktu. Meskipun sudah makan banyak, akan tetapi makanan tersebut tidak masuk ke dalam sel sehingga membuat sel tidak mendapatkan energi cukup. Kondisi inilah yang membuat nafsu makan semakin meningkat. 
  4. Mudah lelah. Gula memang memberikan energi untuk tubuh, namun jika berlebihan tentu sangat tidak disarankan karena bisa membuat tubuh menjadi lelah. Sebagai contoh insulin tubuh tidak bekerja dengan baik, di mana ini bisa menyebabkan tubuh lemas sekaligus lebih cepat lelah. 
  5. Terlalu sering buang air kecil dan haus. Selalu merasa haus padahal sudah banyak minum? Waspadai kelebihan gula darah! Gula darah yang menumpuk di tubuh membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang sekaligus menyaringnya, kondisi ini tentu bisa menyebabkan urin keluar semakin banyak serta buang air kecil pun menjadi lebih sering. Hilangnya banyak cairan ini tentu bisa menimbulkan rasa haus. 
Bagaimana? Apakah tanda-tanda yang sudah dituliskan di atas pernah Anda alami? Jika pernah, berhati-hatilah! –SH–

12 Okt 2019

Kurangi 4 Gerakan Wajah Ini yang Dapat Menyebabkan Kerutan


Seiring bertambahnya usia, kerutan dan garis-garis halus untuk muncul memang pastinya dapat membuat kita tidak percaya diri hingga banyak yang rela merogoh koceknya untuk melakukan perawatan mengencangkan kulit wajah di klinik kecantikan. Proses aging ini memang sudah pasti terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapapun. Namun, proses penuaan ini tidak sepenuhnya terjadi karena umur saja, lho. Keriput yang muncul di wajah juga bisa disebabkan oleh gerakan-gerakan wajah yang dilakukan secara berulang. Meskipun gerakan wajah ini umumnya merupakan ekspresi, hal ini sebenarnya sering menjadi penyebab utama akan munculnya kerutan dan garis-garis halus. Kira-kira, gerakan wajah apa saya ya, yang dapat menimbulkan keriput? Simak artikel ini lebih lanjut untuk mengetahuinya.

  • Mengerutkan dahi

Frowning atau mengerutkan salah sat ekspresi wajah yang paling sering menjadi penyebab kerutan pada wajah. Ekspresi ini biasanya dilakukan secara tidak sadar ketik seseorang sedang merasa kesal atau pun marah. Dahi yang berkerut ini akan memunculkan tampilan garis halus di antara alis dan dahi bagian bawah yang biasanya disebut dengan frown lines.

  • Menyipitkan mata

Gerakan menyipitkan mata ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki masalah penglihatan secara tidak langsung. Gerakan wajah ini biasanya dilakukan ketika sedang berusaha memperjelas penglihatan.. dengan menyipitkan mata kamu dapat menimbulkan kerutan pada ujung luar mata yang biasa juga disebut dengan crow’s feet. Tidak hanya saat membaca, gerakan ini juga umum dilakukan saat terpapar cahaya matahari yang menyilaukan mata.

  • Kebiasaan merokok

Merokok memang sudah terbukti memiliki banyak dampak buruh terhadap kulit., salah satunya adalah mempercepat proses penuaan seperti keriput. Namun, bukan hanya kandungan rokok saja yang dapat memberikan dampak buruk kepada kulit, gerakan bibir pada saat menghisap rokok juga dapat menjadi salah satu penyebab cepatnya penuaan pada kulit. Gerakan ini memicu munculnya kerutan dan garis-garis halus di sekitar bibir dan pipi.

  • Tertawa

Tidak disangka bahwa banyaknya tertawa dapat menyebabkan hal yang tidak diinginkan pada kulit. Kebiasaan tertawa ini dapat menimbulkan kerutan dan garis halus pada wajah, khususnya pada area sekitar bibir dan sekitar mata.
Demikianlah beberapa gerakan wajah yang dapat menimbulkan kerutan dan garis-garis halus pada kulit. Semoga bermanfaat!

10 Okt 2019

Bra yang Salah Bisa Menyebabkan Kanker Payudara, Mitos atau Fakta?

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang sangat ditakuti oleh masyarakat. Wajar saja, karena hampir semua orang yang divonis menderita penyakit ini memiliki harapan hidup yang sedikit. Meskipun cukup banyak juga yang berhasil sembuh, tetapi proses pengobatan yang dilakukan sangat sulit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Itulah sebabnya, banyak orang yang berusaha mencegah penyakit ini datang sebelum terlambat, salah satunya yaitu dengan menggunakan merk bra berkualitas.
Loh, memang apa kaitannya bra dengan kanker? Hmm, mungkin banyak dari Anda yang masih bingung atau mungkin banyak juga yang justru meng-iya-kan. Memang, hingga saat ini masih banyak wanita yang percaya bahwa penggunaan bra yang tidak tepat dapat menjadi penyebab munculnya kanker, yaitu kanker payudara. Namun, apakah hal tersebut benar ataukah mitos? Untuk menjawabnya, yuk kita bahas lebih dalam mengenai pernyataan tersebut.
Hingga saat ini sudah ada banyak sekali penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kaitan antara penggunaan bra yang tidak tepat terhadap kanker. Biasanya bra yang dianggap sebagai penyebab kanker adalah bra yang menggunakan kawat. Menurus situs hellosehat.com, Kepercayaan ini bisa muncul karena penelitian yang dilakukan oleh sepasang suami istri di Amerika Serikat bernama Sidney Ross Singer dan Soma Grismaijer pada tahun 1995. Mereka melakukan survei terhadap lima ribu wanita dan hasil dari survei tersebut yaitu wanita yang menggunakan bra berkawat lebih rentan terkena kanker payudara dibandingkan dengan bra biasa.
Selain itu, ada beberapa buku yang juga membahas mengenai kaitan antara bra dan kanker payudara dan dalam buku tersebut menyatakan bahwa kedua hal tersebut memang berhubungan. Contohnya seperti buku berjudul Dressed to Kill: The Link Between Breast Cancer and Bras yang terbit pada tahun 2005. Dan masih ada beberapa penelitian lain yang menyetujui pendapat bahwa keduanya berkaitan.
Namun, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa bra berkawat aman selama tidak terlalu ketat saat digunakan. Sebab, bra yang terlalu ketat akan menghalangi proses pembuangan limbah tubuh melalui kelenjar limfa. Hal ini akan membuat proses pembuangan toksin dalam tubuh terganggu sehingga meningkatkan zat karsinogenik yang merupakan racun penyebab kanker.

Fakta

Kenyataannya, hingga saat ini belum pernah ada penelitian yang benar-benar menunjukkan hasil valid mengenai hubungan keduanya. Sebab, para peneliti yang menyatakan bahwa keduanya berhubungan tidak mempertimbangkan faktor lain yang dapat menyebabkan sel kanker dalam tubuh berkembang. Misalnya saja seperti:

  1. Gaya hidup tidak sehat (mengonsumsi alkohol atau rokok)
  2. Obesitas
  3. Tidak pernah olahraga
  4. Memiliki keluarga dengan riwayat kanker
  5. Dan sebagainya

Artinya, Anda tidak perlu khawatir dengan peenyakit ini meskipun menggunakan bra berkawat sekali pun. Namun fakta bahwa menggunakan bra terlalu ketat tidak baik untuk kesehatan memang benar adanya. Sebab, ketika Anda menggunakan bra terlalu ketat, maka akan membuat bagian tubuh Anda tertekan sehingga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Itulah sebabnya, penggunaan bra dengan ukuran yang pas tetap sangat disarankan. Semoga bermanfaat! (Vita)

18 Sep 2019

Bolehkah Anak Kecil Pasang Kawat Gigi?

Dulu, hanya anak dewasa saja yang pasang kawat gigi. Usia mereka sudah di atas 15 tahun. Kebanyakan mereka sudah bekerja. Namun, fenomena saat ini berubah. Sekarang, banyak anak usia sekolah sudah memakai kawat gigi atau behel. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah pemasangan kawat gigi bagi anak kecil diperbolehkan? Apakah ada risiko buruk yang bisa terjadi?

Bolehkah Anak Kecil Pasang Kawat Gigi?
Gambar : Orami Parenting

Seperti yang sudah banyak orang ketahui, ada risiko pasang kawat gigi untuk meluruskan gigi. Yang paling sering dikeluhkan adalah sariawan dan juga nyeri yang terasa terus menerus. Apakah hal ini bisa terjadi lebih buruk lagi jika kawat gigi dipasang di gigi anak kecil?

Usia Diperbolehkan Pasang Kawat Gigi 


Di usia berapa seseorang boleh pasang kawat gigi? Pertanyaan ini cukup sering ditanyakan. Pertanyaan ini ditanyakan mungkin karena ada kekhawatiran. Yaitu kekhawatiran akan terjadinya risiko buruk. Apalagi pemasangan behel dilakukan pada gigi anak kecil. Dalam hal ini, dokter gigi memiliki jawaban yang sangat masuk akal. Dan setiap orang seharusnya mematuhi apa yang dikatakan oleh ahli gigi ini.

Menurut dokter gigi, pasang kawat gigi baru diperbolehkan ketika gigi permanen sudah tumbuh. Kapan itu? Menurut dokter gigi, gigi permanen itu sudah mulai tumbuh kuat saat anak berusia 8 tahun ke atas. Jadi, jika Anda bertanya usia berapa diperbolehkan pasang behel, jawabannya usia 8 tahun. Sudah jelas, kan?

Usia Diperbolehkan Pasang Kawat Gigi
Gambar : Mommyasia

Hanya saja, usia 8 tahun ini hanya perkiraan saja. Jawaban tersebut dikeluarkan oleh para dokter gigi karena secara umum anak Indonesia usia 8 tahun sudah memiliki gigi permanen.

Maka dari itu, tetap saja sebaiknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum pasang kawat gigi. Sekalipun usia anak Anda sudah mencapai 8 tahun, sebaiknya konsultasi dengan dokter gigi terlebih dahulu. Biarkan dokter gigi melakukan pemeriksaan untuk memastikan gigi permanen sudah sempurna dan siap dipasang behel.

Pasang Kawat Gigi Saat Kecil Lebih Direkomendasikan


Memang ada risikonya. Rasa nyeri yang luar biasa. Mungkin, untuk anak kecil, mereka tidak tahan. Mereka bisa saja merintih kesakitan. Berbeda jika behel dipasang pada gigi orang dewasa. Misalnya saja usianya sudah di atas 20 tahun. Mereka cenderung lebih tahan terhadap rasa nyeri yang mereka rasakan. Apalagi ada motivasi yang besar mengapa mereka pasang kawat gigi. Yaitu mereka ingin punya penampilan yang lebih ok dengan memiliki gigi yang rata.

Pasang Kawat Gigi Saat Kecil Lebih Direkomendasikan
Gambar : HonestDocs

Meskipun demikian, dokter gigi sangat menyarankan pemasangan behel ini dilakukan saat masih kecil. Setidaknya jika ada indikasi gigi tidak rata pada usia 8 tahun, segera lakukan pemasangan behel. Mengapa? Karena ketika pemasangan behel dilakukan saat anak masih kecil, tidak butuh waktu lama untuk meratakan gigi. Tulang wajah masih berkembang. Gigi masih lebih mudah untuk digerakkan agar rata.

Meratakan Gigi Tidak Hanya dengan Pasang Kawat Gigi


Banyak orang tua yang khawatir ketika anak harus pasang kawat gigi. Mereka tahu anak akan lebih terkekang. Anak tidak leluasan makan apa saja. Belum lagi jika anak merasa nyeri dan mereka merintih kesakitan. Orang tua mana yang tahan lihat anak seperti itu?

Sebenarnya, tidak hanya kawat gigi saja yang bisa meratakan gigi. Ada produk lain yang disebut dengan clear aligner RATA. Ini merupakan produk meratakan dan merapikan gigi berbahan plastik. Ini lebih direkomendasikan untuk dipakai karena produk ini bisa dipasang dan dilepas sendiri.

Dengan teknologi AI atau Artificial Intelligence, dokter yang mensupervisi penggunaan produk clear aligner dari RATA.id ini bisa memberikan informasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk meratakan gigi. Mungkin produk RATA.id yakni clear aligner ini bisa menjadi alternatif lain jika anak Anda khawatir pasang kawat gigi.

Share